Skip to content Skip to footer

Wajib Tahu! Ini 4 Jenis Cedera yang Sering Dialami saat Olahraga

Apakah Anda menyukai rutinitas jogging, fitness, atau olahraga jenis lainnya? Pernahkah Anda terpikir takut mengalami cedera saat olahraga? Tak bisa dimungkiri, cedera saat olahraga bisa saja terjadi tanpa Anda prediksi sebelumnya.


Banyak faktor yang bisa menyebabkan cedera saat olahraga, mulai dari salah gerakan sampai kurang pemanasan. Saat cedera, Anda mungkin bisa mengambil langkah yang sesuai dengan jenis dan tempat gangguan cedera terjadi. Namun jika semakin parah, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan tindakan medis. Lantas, cedera seperti apa yang biasanya terjadi saat berolahraga?

Dilansir dari laman resmi Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, berikut ini 4 jenis cedera saat olahraga beserta penanganannya:

1. Cedera Otot

Cedera otot atau strain umumnya terjadi pada otot selangkangan, paha belakang, atau otot betis. Cedera ini ditandai pengerasan otot hingga robeknya jaringan otot pada kasus yang lebih parah. Strain atau yang akrab disebut “otot ketarik” dapat Anda cegah melalui pemanasan otot-otot yang akan dibawa berolahraga. Sementara kompres dapat dijadikan pertolongan pertama saat Anda mengalami cedera otot.

2. Cedera Lutut

Biasanya diakibatkan gerakan berulang yang memicu trauma pada sendi lutut. Meski lebih sering menimpa atlet, Anda yang tidak menyandang profesi tersebut juga berisiko. Sebagai bentuk pencegahan cedera lutut, latihan squat atau lunge sangat direkomendasikan. Kedua latihan ini berfungsi melatih otot gluteus, yakni otot yang berperan dalam menahan laju gerak supaya beban pada lutut dapat berkurang.

3. Sprain

Jika strain melibatkan otot, maka sprain terjadi di persendian, terutama di pergelangan bahu, tangan dan kaki. Peluang mengalami sprain atau keseleo juga terkilir juga cukup besar jika Anda tak berhati-hati saat olahraga. Menangani cedera olahraga ini harus cermat, sementara itu pencegahannya lebih mudah, seperti pemanasan hingga lompat tali. Anda juga harus fokus agar tak tersandung dan jatuh saat latihan fisik.

4. Cedera Pinggang Bawah

Cedera pinggang bawah sering terjadi karena gerakan pinggang mendadak, berulang, atau melebihi batas kekuatan normal pada otot pinggang. Anda bisa mencegah cedera pinggang bawah dengan pemanasan tetap. Sementara latihan fisik yang dapat mendampinginya adalah back up maupun stiff deadlift. Menangani cedera olahraga ini pun dapat Anda lakukan dengan melatih kelenturan pada tubuh.

Itulah empat jenis cedera saat olahraga beserta penanganannya. Selain dengan cara di atas, Anda juga bisa mengurangi risiko cedera dengan menggunakan minyak gosok K-AyuArtis Oil. Bukan sekadar minyak gosok, K-AyuArtis Oil dibuat menggunakan metode kesehatan Ayurveda dari India. Kandungan ekstrak herbal alaminya punya peran penting membantu mengatasi persendian, salah satunya masalah cedera saat olahraga.

Kombinasi cinnamomum camphora dan eucalyptus polybractea di dalamnya bekerja membantu meningkatkan sirkulasi darah di sekitar jaringan sendi, sehingga membantu memaksimalkan nutrisi di area persendian untuk mengurangi risiko cedera. Setelah olahraga dan jika Anda merasakan nyeri, segera oleskan tipis merata di area tersebut dan gosok dengan lembut. Manfaatnya akan segera terasa sampai ke jaringan terdalam sendi pada tubuh. Yuk, kurangi risiko cedera saat olahraga. Selalu siap sedia minyak gosok K-AyuArtis Oil, ya! (Dedi/Jody)

Share this post