Skip to content Skip to footer

Pupuk Organik atau Kimia? Ini 4 Tips Memilih yang Tepat

Untuk para pembudidaya tanaman, baik petani maupun pencinta tumbuhan kasual, pupuk mungkin sudah tidak perlu dijelaskan lagi kebutuhannya. Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik.

Secara singkatnya, media tanam yang diberikan pupuk sebelum penamanan akan membuat tanaman tumbuh dengan lebih baik.

Pupuk pada umumnya terdiri dari dua jenis, organik dan inorganik (kimia). Pupuk organik adalah pupuk yang bahannya terbuat dari bahan organik alami. Contohnya seperti pupuk kompos, pupuk yang berasal dari penguraian bahan organik, pupuk kandang, yang berasal dari pengolahan kotoran binatang, dan lain lain. Melainkan itu, pupuk inorganik adalah pupuk yang bahannya dibuat dari unsur kimia.

Pada umumnya, banyak petani setuju bahwa pupuk organik dapat memberikan hasil yang lebih baik, karena kualitas tanah yang meningkat secara jangka panjang. Lalu kenapa masih ada yang memproduksi dan juga membeli pupuk kimia? Coba simak beberapa poin ini agar kamu bisa menemukan jawabannya!

1. Harga dan Modal

Ini mungkin faktor utama yang membuat orang lebih memilih pupuk kimia dibanding organik. Singkatnya, pupuk kimia lebih murah dan lebih mudah didapatkan karena kebanyakan diproduksi secara komersil. Pupuk kimia juga lebih mudah diaplikasikan, beda dengan pupuk organik yang butuh perhatian lebih dan kemungkinan tenaga kerja lebih. Walaupun begitu, pupuk organik bisa jadi lebih baik secara jangka panjang karena tidak mempunyai unsur bisa merusak tanah atau air.

2. Waktu

Pupuk organik, seperti sudah disebutkan, membutuhkan lebih banyak perhatian dan keahlian dalam pengaplikasiannya. Berbeda dengan pupuk kimia yang lebih hemat waktu, relatif lebih kuat terhindar dari hama penyakit, serta memiliki kandungan yang dapat mempercepat tumbuh dan produksi.

3. Produk Hasil

“Dosa” terbesar dari pupuk kimia datang dari kecenderungan untuk merusak tanah dah mencemari air secara jangka panjang, dengan hadiah waktu tumbuh yang lebih singkat dan hasil panen yang lebih banyak. Hal ini mungkin terlihat jelas di 5 tahun pertama, namun secara perlahan kualitas ini akan terus menurun karena semakin lama penggunaan pupuk kimia maka semakin rusak tanah. Pupuk organik tidak akan memiliki masalah ini, karena pupuk yang datang dari bahan alami akan justru semakin menyehatkan tanah secara terus menerus.

4. Lingkungan

Seperti yang dibahas di atas, pupuk kimia akan mencemarkan air yang ditanami. Tidak hanya air yang ada di permukaan, namun air yang meresap jauh di dalam lapisan tanah. Hal ini tidak hanya merusak aset pertanian Anda, namun lingkungan sekitar juga. Hati hati jika Anda memiliki budidaya lain yang menggunakan air seperti perikanan, atau mungkin mempunyai sumur yang Anda gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kesimpulannya, pupuk kimia memang memberikan kesan “instan” yang lebih menarik untuk jangka pendek, tetapi jika Anda ingin mempunyai pertanian yang serius secara jangka panjang, gunakanlah pupuk organik. Pupuk organik tidak hanya memberikan hasil produksi yang lebih sehat, namun juga bermanfaaat untuk tanah.

Memang, jika Anda bandingkan tanpa konteks, pupuk organik memiliki nutrisi yang jumlahnya lebih “sedikit”. Maka dari itu Anda bisa menggunakan Bioboost Tablet, pupuk hayati yang mengandung mikroorganisme tanah yang unggul, bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah sebagai hasil proses biokimia tanah. Gabungkan pupuk organik pilihan Anda dengan Bioboost Tablet dan tingkatkan produktivitas panen organik Anda dengan aman dan praktis!

Artikel Rekomendasi : Bioboost Tablet

Pesan Online: dnmmobile.com

  • OH&S. Dikunjungi Mei 2024. “The Hidden Dangers of Chemical Fertilizers”
  • Bakrie. Dikunjungi Mei 2024.  “Ini Dia 6 Manfaat Pupuk Kompos, Yuk Cari Tahu Lebih Lanjut”
  • Food Unfolded. Dikunjungi Mei 2024. “Chemical Fertilizers are Feeding the World, but at What Cost?”

Share this post