Skip to content Skip to footer

Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan Rapid Antibodi dengan Rapid Antigen

Terhitung mulai 19 Desember 2020 – 8 Januari 2021, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mewajibkan masyarakat untuk menjalani rapid test antigen sebagai syarat keluar masuk Jakarta. padahal sebelumnya, masyarakat hanya perlu menjalankan rapid test antibodi jika hendak melakukan perjalanan keluar kota menggunakan transportasi umum. Lalu apa yang membedakan kedua rapid tersebut? Berikut penjelasannya.

Rapid Test Antibodi

​​(Foto: ​https://www.freepik.com)

Ketika awal kemunculan virus corona, rapid test antibodi ini seolah menjadi “alat cepat tanggap” virus corona. Ya, ini merupakan rapid yang banyak digunakan sebagai pendeteksi dini virus corona yang dapat menunjukkan hasilnya hanya dalam waktu 5-10 menit. Dalam prosesnya, rapid test antibodi ini menggunakan metode untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG yang dapat diproduksi oleh tubuh saat melawan virus corona. Namun, rapid jenis ini dianggap tidak terlalu efektif dalam mendeteksi virus corona. Bahkan, World Health Organization (WHO) tidak menyarankan rapid test antibodi sebagai pendeteksi virus corona.

Cara pemeriksaannya yaitu menggunakan sampel darah yang umumnya diambil dari ujung jari, kemudian diteteskan pada alat rapid test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi diteteskan di tempat yang sama dengan darah.

Rapid Test Antigen

​​(Foto: ​https://www.freepik.com)

Dikutip dari laman Kontan.co.id, rapid test antigen adalah tes untuk mengidentifikasi orang yang terinfeksi virus corona dengan mendeteksi adanya materi genetik atau protein spesifik dari virus dalam tubuh seseorang. Sampel yang diambil adalah lendir dari dalam hidung ataupun tenggorokan dengan metode usap (swab). Sehingga, rapid test antigen terkadang disebut juga dengan swab antigen.

Rapid yang dapat menunjukkan hasilnya dalam waktu 15-30 menit ini dinilai lebih akurat dibandingkan test antibodi, karena mengidentifikasi virus dalam sekresi hidung dan tenggorokan, namun tidak lebih akurat jika dibandingkan dengan metode PCR. Tingkat keakuratan hasil rapid test antigen jika seseorang dinyatakan positif terinfeksi virus corona biasanya tinggi. Meski demikian, tetap ada kemungkinan hasil tes positif palsu. Sementara untuk hasil negatif sebaiknya masih dilakukan tes PCR untuk mengetahui hasilnya secara lebih akurat.

Itulah perbedaan rapid test antibodi dan antigen yang perlu Anda ketahui. Jika Anda sudah merencanakan liburan keluar kota dengan kendaraan umum, sebaiknya pastikan tubuh Anda dalam keadaan sehat dan terbebas dari virus. Selain harus menjalani rapid test antigen, Anda juga perlu meningkatkan imunitas terlebih dahulu untuk memastikan tubuh Anda terlindungi dari berbagai virus.

Adapun cara untuk meningkat imunitas, selain perlu menjalani pola hidup sehat dan rutin berolahraga, Anda juga perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dengan food supplement. Salah satu food supplement yang direkomendasikan adalah Propolis Platinumdan K-Sauda VCO. Keduanya merupakan suplemen makanan tambahan untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Kualitas dari propolis hijau Brazil ini tak perlu diragukan karena hadir dengan grade terbaik. Kandungan bioflavonoid pada Propolis Platinum lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis propolis lainnya. Ya, kebaikan bioflavonoid di dalamnya bekerja membantu memperkuat sistem pertahanan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

K-Sauda VCO merupakan kombinasi alami virgin coconut oil (VCO), jintan hitam (habbatussauda) dan vitamin E yang di dalamnya bekerja menjaga imunitas lebih optimal. Suplemen ini mengandung minyak habbatussauda yang tinggi nutrisi, salah satunya thymoquinone untuk membantu menghambat perkembangan virus. Selanjutnya yang tak kalah penting adalah kandungan virgin coconut oil yang tinggi asam laurat untuk membantu menghambat proses replikasi virus.

Yuk, jaga imunitas tubuh Anda sebelum pergi berlibur dengan mengonsumsi Propolis Platinumdan K-Sauda VCO. (Rahma)

Share this post