Sering Dianggap Sama, Kenali Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi

Sejak awal kemunculan virus corona atau COVID-19 apalagi telah menjadi pandemi, istilah vaksinasi dan juga imunisasi menjadi yang paling sering disebut-sebut. Ya, keduanya memang memiliki peranan penting dalam mengatasi virus yang berasal dari Cina tersebut. Namun, keduanya seringkali dianggap hal yang sama, padahal kedua istilah ini memiliki arti yang berbeda, meski sebenarnya memiliki tujuan yang sama.

1. Vaksinasi

Dikutip dari laman Alodokter.com, vaksinasi adalah proses pemberian vaksin atau produk yang merangsang sistem kekebalan untuk menghasilkan kekebalan, dan melindungi seseorang dari penyakit tertentu.

Kandungan vaksin menimbulkan reaksi imunitas tubuh yang dapat mempersiapkan tubuh untuk melawan serangan virus, bakteri ataupun infeksi di kemudian hari. Proses ini lah yang kemudian disebut sebagai imunisasi dalam tubuh.

Cara kerja vaksinasi:

Proses vaksinasi dilakukan melalui disuntikkan maupun diteteskan ke dalam mulut untuk meningkatkan produksi antibodi guna menangkal penyakit tertentu. Metode pemberian vaksin dalam imunisasi pun berbeda-beda. Ada yang diberikan sekali untuk seumur hidup, ada juga yang perlu diberikan secara berkala agar kekebalan tubuh terbentuk sempurna.

​2. Imunisasi

Dikutip dari laman Health.detik.com, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Prof. Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita menjelaskan, imunisasi adalah sebuah proses ketika tubuh membuat imunitas dari pemberian vaksin. Sehingga muncul sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai virus dan penyakit.

Imunisasi sendiri dapat dilakukan secara aktif (kekebalan diperoleh dari vaksinasi, dapat bertahan lama) atau pasif (kekebalan diperoleh dari orang lain seperti pemberian immunoglobulin atau plasma, tidak bertahan lama).

​Cara kerja Imunisasi:

Ketika mendapatkan vaksin, tubuh akan menghasilkan respons kekebalan tubuh dengan cara yang sama, seperti orang yang telah terpapar suatu penyakit. Setelah itu, tubuh akan membuat respons kekebalan untuk mencegah seseorang terkena penyakit atau mengembangkan komplikasi akibat penyakit tersebut.

Mengingat hingga saat ini, vaksin untuk COVID-19 belum tersedia dan masih dalam proses pengujian, maka kita perlu cara lain untuk melindungi tubuh kita dari infeksi virus, di antaranya dengan meningkatkan imunitas. Bagaimana caranya? Selain perlu menjalani pola hidup sehat, mengonsumsi food supplement juga bisa membantu meningkatkan imun seseorang. Adapun suplemen yang direkomendasikan yaitu K-Liquid Cholorophyll,K-OmegaSqua Plus dan K-Ayurveda AyuRin.

K-Liquid Cholorophyll merupakan ekstrak daun alfalfa yang memiliki nutrisi baik untuk kesehatan tubuh, seperti mineral dan vitamin termasuk vitamin A, B kompleks, C dan E yang baik untuk melawan radikal bebas yang membuat sel imun menjadi lemah. Mineral yang terkandung di dalamnya juga cukup banyak seperti kalsium, besi, magnesium dan seng yang dibutuhkan tubuh.

K-OmegaSqua Plusmerupakan nutrisi yang kaya akan lemak tidak jenuh, yaitu asam lemak omega-3 dalam perbandingan terbaik. Dilengkapi juga dengan squalene, vitamin E untuk membantu memaksimalkan pembersihan pembuluh darah, serta vitamin D yang bermanfaat untuk meningkatkan respons sistem imun dan meningkatkan fungsi sel-sel imun tubuh.

 K-Ayurveda AyuRin mengandung kebaikan ekstrak tribulus terreestis dan bergenia ligulata yang dapat membantu menjaga organ ginjal dan hati agar berfungsi baik, sehingga metabolisme berjalan optimal.

Yuk, jaga terus sistem kekebalan tubuh Anda dengan menerapkan pola hidup sehat, serta tak lupa mengonsumsi K-Liquid Cholorophyll,K-OmegaSqua Plus dan K-Ayurveda AyuRin.Tetap sehat, mitra K-LINK! (Dedi/Rahma)

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email
Akademi Inspiradzi